Cita-cita yang Terabaikan..

Mereka punya harapan yang besar, dan mereka juga punya cita-cita yang tinggi.

Hari ini aku bekerja dengan sepeda hijauku.. Aku ingin sedikit bersantai hari ini.

Ada yang berbeda hari ini…rute yang agak berbeda dengan sedikit pemandangan berbeda.. Aku melewati SPBU,bukan untuk isi bensin tapi hanya sekedar lewat. Disana aku melihat 2 orang anak lelaki sedang berjulan koran..
“Koran kak,sumeks,sripo kak”..
Mungkin begitu kedengerannya… Kepada orang-orang bermotor ataupun mobil yang sedang mengisi bensin kendaraannya.

Aku melewati mereka dan tersenyum,lalu kembali mengayuh sepedaku. Kemudian aku melewati salah satu lampu merah,disana aku melihat anak 2 orang anak,lelaki dan perempuan dengan kecrekannya,mengamen. Tapi aku tak tau lagu apa yang dinyanyikan,hanya gerak tangan kecrekan dari kaleng2 minuman.Terlihat jendela mobil terbuka dan seseorang memberikan uang pada mereka dan entah berapa.
Kemudian aku berlalu meninggalkan situasi itu,menuju kantorku.

Aku sampai,parkir sepeda,absen,naik kelantai 3, dan telah siap didepan komputer. Aku menulis tentang mereka.

Hari senin,hari awal kembali beraktifitas,bersekolah bagi anak-anak. Tapi mereka?? Anak-anak tadi, mereka bekerja..
Mungkin banyak alasan, apa karena mereka nggak mampu sekolah?atau apalah.. Tapi seharusnya mereka g disitu,ditempat tadi dengan barang dagangan ataupun alat ngamen. Seharusnya mereka disekolah,dengan buku,pena dan pensil.

Mereka juga punya banyak harapan dimasa depan,punya cita-cita yang tinggi seperti anak-anak lainya. Kalau pun ditanya,mungkin cita-cita mereka ingin jadi polisi,dokter, pengusaha, ataupun yg lain,sama seperti lainya juga. Mereka juga punya kesempatan untuk wujudin semua, tapi aku nggak tau apa kendalanya. Beragam,bervariasi…

Ada harapan yang terlihat dari mata mereka,ada cita-cita yang ingin diucapkan dari senyum mereka. Ada tujuan dari mereka menawarkan barang dan jasanya.. Ingin lebih baik..
Ya mereka juga ingin jadi lebih baik.

Ini adalah umur mereka untuk sekolah,mungkin juga bermain.. Umur mereka untuk memulai mencari ilmu demi cita-cita mereka.

Mereka juga punya harapan yang besar,Mereka juga punya cita-cita yang tinggi. Tuhan,berilah jalan yang baik buat mereka.

Senin pagi,saat mata ini,saat hati ini tertuju pada sebuah cita-cita yang terabaikan.

_dyazafryan_

Senja diatas Samudera

Akan ada kekurangan dalam hidup seseorang, akan ada suatu kelemahan dalam hidup kita. Tapi Tuhan maha adil, DIA selalu menyelipkan keindahan serta kelebihan dibalik kekurangan tersebut. Dan inilah sebuah keseimbangan.

“Sepertinya alam mempertemukan kita, dan mempersatukan kita secara tidak sengaja. Menurutmu mungkin seperti itu, tapi bagi tuhan itu adalah sebuah rencana-NYA. Ya, Semua adalah sebuah rencana.”

****

Aku mengenalnya 4 tahun lalu saat liburan dipantai. Dia adalah anak teman dari tanteku. Tapi aku tak pernah menegurnya apalagi ngobrol sama dia dan tak pernah tau siapa namanya. Perempuan berambut sebahu dengan lesung pipit disebelah kirinya. Dan hari ini aku melihatnya lagi, ditempat ini, tempat yang seperti dahulu.

Sejak pagi aku melihatnya selalu tersenyum padaku, tanpa ada seucap kata ketika aku memberanikan diri menyapa “pagi” padanya. Sekejap aku sedikit kecewa hanya bisa melihat senyuman yang ditahannya tanpa membalas sapaku. “Hufth, nanti aku coba lagi deh” rutukku dalam hati.

Sekitar pukul 17:45 sore, menjelang matahari mulai terbenam, aku melihatnya duduk di dekat tepian pantai sedang menulis sesuatu di bukunya,sendiri. Aku mendekatinya dan juga duduk disebelahnya.

hai“, sapaku.

dan dia kembali tersenyum. ” Lagi-lagi cuma senyum” dalam hati aku berkata lagi.

“Halo” aku menyapanya lagi dan dia tersenyum lagi. Dengan perasaan kecewa aku hanya mengikutinya tersenyum..

“Tanya apalagi nih, kok aku jadi ngeblank, sial” hatiku kembali bicara.

hmm..nama kamu siapa?

5 detik terdiam, kemudian dia menunjuk kearah matahari terbenam., aku semakin bingung dan bertanya, “maaf, maksud kamu?

dia kembali lagi tersenyum, melihatku sambil menggepalkan kedua tangannya ke dadanya diikuti gerak bibirnya tanpa bersuara lalu kembali menunjuk kearah matahari terbenam.

Otak ku bergerak cepat menanggapi setiap geraknya, apa dia ngga bisa bicara? atau dia hanya malas bicara??. Dia lalu memberikan isyarat yang menunjukan kalo dia nggak bisa bicara. Aku terdiam dan sekejap aku teringat pembicaran ibuku, tanteku, temannya tentang cerita seoarang gadis yang nggak bisa bicara. ya.. dan orang itu adalah dia, wanita yang sedang ada dihadapanku sekarang.

sekali lagi aku bertanya padanya, “nama kamu siapa?

Karena takut aku tetap tak mengerti, dia menuliskan namanya diatas pasir. “SENJA”

Sejenak aku terdiam,, dan kembali lagi tersenyum. Lalu dia menggerakan kembali tangannya dan menuliskan sebuah kata, “kamu?”

lalu aku juga meniru gerakan dia sebelumnya dan menunjuk kearah yang sama.

Aku melihat gerakan bibirnya yang berkata tanpa bersuara,”senja?”

kemudian aku berkata “bukan.” dan aku lalu menggunakan kedua tanganku untuk mengembangkannya kesemua arah.

aku melihatnya lagi dan dia lalu menggeleng. aku tersenyum kembali dan mencoba mengulangi gerakannya sebelumnya. Aku lalu menuliskan namaku diatas pasir. “SAMUDERA” 

aku melihat bibirnya bergerak menyebut namaku dan mengindahkan namaku.

“kamu sedang nulis apa? suka menulis ya?

Dia melakukan sebuah gerakan yang berarti “semuanya“, lalu dia menunjuk dirinya, langit, anak kecil bersama ayah ibunya, kerang kecil dan seperti biasa diakhiri senyum yang sangat manis seraya angin laut berhembus dan menguraikan rambutnya.

“boleh aku lihat?“tanyaku.

Dia mengangguk dan memberikan buku berwarna pink itu padaku.

Butuh waktu yang cukup lama aku membaca semuanya, tentang hidupnya, tentang ayahnya yang sudah meninggal, tentang hari2nya, orang2 sekitarnya, tentang sebuah harap dan kecintaannya terhadap menulis.

Badanku bergemetar, darahku mengalir cepat, bulu kuduk ku berdiri, aku meresapi semuanya, ada sedih, senang, harap dan semuanya.

“tulisanmu sangat bagus, aku suka dan mungkin semua orang pasti akan suka“, kataku.

kami larut dalam sebuah percakapan tanpa suara, gerakan tangan, tulisan pasir, cahaya obor pantai yang hanya menerangi kami dan dinginnya angin laut. Diakhiri dengan senyum dan tawa tanpa suara.

Tuhan itu maha adil, DIA mencipatakan banyak kelebihan dari sebuah kekurangan. Dia wanita tuna wicara, yang pandai, pintar menulis bahkan cantik. Berusaha memaknai hidup dan mensyukuri hidup, menerima semua apa yang Tuhan berikan. Menagajarkan bahwa cipataan Tuhan itu selalu sempurna.

****

Sampai saat ini aku masih bersamanya, kami larut dalam cinta kami. Sebuah cinta yang tulus tanpa melihat suatu kekurangan. Menerima semua apa adanya.  Sama halnya seperti cinta, tak ada yang sempurna bahkan tak akan ada yang abadi. Tapi kita bisa membuatnya seakan menjadi sempurna dengan saling melengkapi, saling menerima.

Dia memberikan selembar kertas kecil padaku dengan sebuah tulisan “kamu yakin sama aku sam? aku gini loh, kamu tetep mau?”

Aku kemudian bicara padanya, “kok kamu ngomong gitu” aku melihat matanya. Dia hanya diam.

“Aku sayang kamu, kalopun aku nggak yakin, aku nggak akan sejauh ini cinta sama kamu. Kamu sayang aku kan?” tanya ku

Dia mengangguk dan memelukku. Dalam pelukan itu aku berkata “Kita buat simple aja ya, Aku cinta kamu, dan kamu cinta aku. Kita harus tetep bisa saling mencintai ya.” Lalu aku merasakan bahuku basah akan sesuatu, airmata. lalu dia memelukku erat.

****

Aku menggenggam sebuah senja yang akan selalu indah, senja yang bersuara lewat hatinya dan gerakan lembutnya, Dan samudera akan selalu melihat keindahan sang senja, Bersama.

_dyazafryan_

Setengah Siluet

Gelap..
Tak ada cahaya yang menerangi ruangan itu. Hembus nafas terdengar jelas.

Dia sendirian,,bersama sunyi senyap keadaan, bersama saut-menyaut suara jangkrik.

Perlahan,cahaya muncul,dia menghidupkan lilin. Memberikan sedikit cahaya diruangan itu.

“Lilin ini sudah pendek..entah berapa kali aku menghidupkannya pada saat-saat tertentu. Pada saat aku merindukanmu. Dan entah sudah berapa kali aku merindukanmu.”

“Boleh aku merindumu lagi?, boleh aku mengingatmu lagi? Aku terlihat bodoh dengan ini, tapi rindu ini nyata, selalu masuk dalam ruangan kecil yang bernama hati.”

Seperti lilin itu,membentuk setengah siluet dirinya. Tak terlalu menerangi seisi ruangan itu.

“Aku harap ada rindu yg kembali padaku,ada rasa yg penuh dan kembali tinggi. Tanpa harus bicara pada gelap dan sepi. Dan aku berharap”

Itulah rindunya,itulah harapnya..
Dia meniup lilin yang telah habis,bersama air mata yang jatuh. Kembali jatuh, Entah untuk yang keberapa kalinya.

_dyazafryan_

Secret Admirer.. :D

“Kuawali hariku dengan mendoakanmu,Agar kau selalu sehat dan bahagia di sana…….”

“Dan biarkan aku jadi pemujamu,Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku…”

Kalian semua mungkin tau lirik lagu itu, kalo kalian suka sheila on 7 pasti tau. Yups, itu bagian dari lagu pemuja rahasia, atau istilah yang beken nya adalah secret admirer.

Pernah jadi secret admirer, punya orang yang dulu dikagumin tapi g niat untuk jadian? jadi secret admirer karena g mungkin bisa dapetin dia? apa karena dia udah punya pasangan? hihii, pernah?

atau pernah jadi yang dikagumin? dapet kiriman sesuatu yang g tau dari sapa? dapet perhatian? hehehe, pernah?

G tau kenapa jadi pengen nulis ini,,

yups, secret admirer atau pemuja rahasia. Kadang jadi hal yang menarik sekaligus menyakitakan dimana kita hanya bisa mengaggumi seseorang yang kita sukai. Ada dia dalam pikiran kita, yang kadang membuat semangat kita. Bahagia walau cuma bisa melihat senyumnya, seneng minta ampun waktu bisa ngobrol atau jalan bareng walaupun rame-rame.

Kalo menurut terawngan aku sih, secret admirer tuh ada 2 :

Yang pertama, Simple secret admirer. Dia yang ngagumin seseorang dengan diam-diam, mungkin hanya teman deket dia yang tau. Mendoakan dia, berharap dia dapet yang terbaik, seneng bisa liat dia senyum, sedih waktu liat dia sedih. Pengen tau apa aja yang dia sukai, g pengen milikin dia buat dijadiin pasangan. Tipe ini mungkin yang agak malu-malu, atau mungkin sedikit minder. Kadang sih, suka nulis diari ( cerita yang dia alamin, terutama tentang secret admirernya, nyahahahha). so simple, g harus secret admirernya tau kalo dia itu menyukai, atau memuja dia. 😀

Kedua, extreme secret admirer. Yang ini kelas nya agak atasan dikit. Mulai dari keadaan yang biasa, diam-diam, bahagia deket dia, ketawa bareng dia, ngbrol sama dia. Dengan mengusung niat pengen dapetin dia ( emang sih mirip kayak pdkt -an mungkin). suka ngirim-ngrim sesuatu yang dia sukai,diem-diem, tanpa dia tau hadiah itu dari sapa, suka perhatian juga. Ngebet abis pengen tau semua tentang dia dan ujung-ujungya dia mengatakan perasaan dia kepada secret admirernya ( terkadang g pengen minta jawaban cuma pengen dia tau kalo dia itu suka sama dia, kalo beruntung sih, malah dijawab tapi g tau menyenangkan apa enggak jawabanya. hahaha :D)

Yah, namanya juga terawangan, itu hanya menurut pikiran aku ( sedikit dari pengalaman juga sih, :P).

Dan begitulah nasib para pemuja rahasia, ada kebahagiaan dan kesedihan dari hidup mereka. ya tapi jangan terlalu dipikirin sih, kalo emang suka, dan percaya pada kemampuan diri kalian. kalian bisa dapetin dia kok. tapi liat-liat ya, dia ada pasangan apa belom, jangan sampe merusak hubungan orang lain demi perasaan kalian.

So, pernah jadi secret admirer?? bagaimana perasaan kalian?termasuk dalam secret admirer yang gimana, simple apa extreme?

hihihihi,salam pemuja rahasia ya.. 😀

_dyazafryan_