Cinta Sang Lelaki Bersyal Merah.


Berjalan sendiri ditengah guguran daun cokelat di sebuah taman. Ber syal merah. Tempat menunggu sang wanita berponi dan bermata bulat.

“Kemana dia kini,tak pernah muncul lagi, sudah 1 bulan aku tak melihatnya”.
Tak ada senyum kecil dan lirikan mata yang bisa aku beri. Duduk sambil meminum segelas plastik capuccino hangat.

“Disini, bersebelahan dengan kekosongan,tempat duduk yang biasa kau tempati. Ada tawa dari kita dan ada genggaman tangan yang tak pernah ingin aku lepas.”

“Aku menyimpan cinta yang sudah terlanjur ada dalam hati ini. Aku ingin tau kebenaranya. Dimana kamu, sudah tak ingin kesini??

“Aku menyimpan rindu yang terpaksa aku pendam setiap harinya. Aku ingin tau kenyataanya. Dimana kamu, tak ingin kembali??

Lebih kurang 45menit aku menunggu,hanya lalu lalang anak kecil bersama orang tua, remaja bersama anjingnya,dan sepasang orang tua yang pelan berjalan beriringan.
Aku putuskan untuk beranjak, menguatkan syal merah dileher ini.memasukan tangan kedalam kantong jaket.
Akan kuulangi besok hari, dengan cinta dan rindu yang sama besarnya.

Saat nanti kita bertemu,tak akan kuhalangi lagi hati ini untuk menyapa cintanya.

_dyazafryan_

4 thoughts on “Cinta Sang Lelaki Bersyal Merah.

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s