Life Traveler – Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan


LIFE TRAVELER – Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan.

A travelogue by windy ariestanty (2011)

Buku ini bercerita tentang perjalanan sang penulis, dan buku ini adalah hasil perjalanan sang penulis ke berbagai kota dan negara.
kota-kota yang dikunjunginya antara lain malaysia, vietnam, kamboja…frankurt,praha,heidelberg, lucerne (swiss),paris,amsterdam,o’hare.

Mgkn agak beda dri postingan sebelumnya yang menceritakan bagaimana alur cerita bukunya..

Kali ini aku bakal ngutip beberapa kalimat yang ada di buku ini..

Karena buku ini menyimpan banyak cerita2 dan kutipan2 yg menarik..
Cerita dan kisah yang menarik dari setiap negara yang dikunjunginya..

Dan inilah beberapa kutipan2nya..

“Something that you do not expect brings a surprise to your life, I called it friends”

“The slower we move, the faster we die.we are not swans but we are sharks”. Dalam perjalanan bawalah apa yang kita perlu dan tinggalkan apa yang tidak perlu.jangan beratkan pundak anda dengan barang2 yang tak perlu.

“Rupanya damai itu tak selalu hening.ia bisa hadir dalam hiruk pikuk.

“Kadang kita menemukan rumahh justru ditempat yang jauh dari rumahh itu sendiri. Yes,wherever you feel peacefulness,you might call it home”

“We just need to stay for a moment to get back home”

“Saya percaya,ada bahasa yg tak bersuara. Ada aksara yg tak memerlukan kata2, dan itu cinta.”

“Love is a place that we keep visitting again and again. It annoys us to no end. And for something like this,we may call it HOME. Yes, love is a home for everyone,indeed.”

“Ada satu bahasa yang tumbuh besar bersama manusia tanpa membutuhkan kamus : bahasa ‘memahami’ “.

“The most important trip you may take in life is meeting people halfway”

“Jangan pernah menjaminkan rasa kepada waktu.ia punya masa kadaluarsa.”

“Butuh melintasi separuh belahan bumi untuk mengetahui semua sudah berubah diantara kami. Butuh waktu stgh tahun untuk menyadari bahwa saya tidak baik2 saja selama ini. Dan hanya butuh sendiri selama 20 menit ut memahami bahwa perasaan itu telah menepi.diam2 pergi tanpa permisi.meninggalkan saya-dia sendiri.lalu, waktu menyadarkan saya.semua punya masa kadaluwarsa,termasuk rasa.”

End this is the end of the story…

“Dan tujuan akhir dari sebuah perjalanan adalah:kembali pulang”..

Buku yang sangat menarik dan recomended..beli bukunya dan baca ya…

_dyazafryan_

Mari Berkomentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s